SEBUAH TANYA "Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
Overall Meaning. The song "Gie" by Eross & Okta is inspired by the life and legacy of Soe Hok Gie, an Indonesian student, activist, and writer who played a significant role in the student movement during the 1960s. The lyrics of the song convey the idea of finding one's true self and fighting for justice in a challenging and uncertain world.
Gie, mati muda di Semeru. Itulah Soe Hok Gie. Sosoknya menjadi legenda karena meninggal dalam usia muda. Buku hariannya diterbitkan jadi buku best seller, kisah hidupnya difilmkan dan sajak - sajaknya masih dibaca hingga kini. Jika Soe Hok Gie tidak tewas di Gunung Semeru, mungkin sejarah bangsa ini akan lain.
Tokoh/aktivis yang satu ini emang punya kepribadian yang menarik.Soe Hok Gie,dia adalah seorang mahasiswa Fakultas Sastra Universita Indonesi jurusan sejarah 1962-1969.Berpendirian teguh,demokratis dan pemberani adalah ciri seorang aktivis kampus yang ulet.Dan itulah yang telah tertanam pada diri seorang Gie.Kisah hidupnya sangat komplek,menarik,penuh dengan tantangan dan pemberontakan.Dia Soe Hok Gie > Quotes > Quotable Quote. (?) "Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah. Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza. Tapi aku ingin menghabiskan waktuku di sisimu, sayangku. Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu. Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.
Dan dari buku ini akhirnya saya paham kenapa Gie dianggap sebagai tokoh pejuang. Ternyata ia bukan sekedar mahasiswa tukang demo yang hobby nulis puisi dan terkenal karena mati muda. Gie lebih dari itu. Dan buku ini menggambarkan secara gamblang siapa Soe Hok Gie dan seperti apa pemikirannya yang patut kita kagumi.

Buku Catatan Seorang Demonstran, sebuah catatan harian Soe Hok Gie. Buku ini sebetulnya lebih tepat disebut sebuah dokumentasi catatan harian seorang intelektual muda Indonesia (bernama Soe Hok-Gie) yang ditulis ketika dia berumur 15-27 tahun (1957-1969), tepat pada sebuah era dimana bangsa Indonesia mengalami pergulatan politik dan sejarah

Cita-cita Soe Hok Gie untuk mati di tengah alam betul-betul kesampaian. Cocok dengan ungkapan dari puisi Yunani yang suka dikutipnya; "Nasib terbaik adalah tak dilahirkan. Yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Bahagialah mereka yang mati muda." TcigwqP.
  • 2a03q09p05.pages.dev/418
  • 2a03q09p05.pages.dev/254
  • 2a03q09p05.pages.dev/183
  • 2a03q09p05.pages.dev/318
  • 2a03q09p05.pages.dev/458
  • 2a03q09p05.pages.dev/190
  • 2a03q09p05.pages.dev/347
  • 2a03q09p05.pages.dev/396
  • puisi soe hok gie mati muda