Demikianinformasi mengenai "13 Kelemahan Guru Dalam Mengajar dan Solusinya" yang dapat kami sampaikan pada postingan kali ini. Semoga bermanfaat.. T erimakasih atas kunjungannya, untuk dapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook silakan klik suka pada halaman kami HANAPI BANI. HARAPAN dunia pendidikan disematkan pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Nadiem Makarim. Meskipun menuai pro dan kontra, kebijakannya mulai menuai simpati masyarakat. Kebijakan yang dilakukan Mendikbud, seperti perubahan model ujian nasional UN pada 2021, sistem zonasi, dan rencana pelaksanaan pembelajaran RPP. Misalnya, UN berbasis kognitif atau hafalan digantikan literasi dan karakter dan RPP tujuh halaman digantikan hanya satu halaman. Kebijakan tersebut bertumpu pada prinsip Merdeka Belajar. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang baik, di antaranya belajar yang menyenangkan tanpa tekanan dan paksaan-seperti rangking kelas dan nilai UN tinggi. Guru juga diberikan kewenangan penuh dalam mendidik dan menilai siswa. Dalam beberapa kesempatan, Nadiem juga menyatakan dan percaya bahwa kunci sukses pendidikan dan pembelajaran ialah kualitas guru. Akan tetapi, belum terdengar langkah konkret kebijakan mengatasi problem utama terkait guru, yaitu kompetensi dan kekurangan guru di beberapa sekolah negeri. Banyak sekolah yang hanya memiliki satu atau dua guru aparatur sipil negara ASN. Guru merangkap sebagai kepala sekolah sekaligus staf tata usaha. Guru honorer Jumlah guru honorer pada 2019 hampir 800 ribu. Terjadi peningkatan jumlah jika dibandingkan dengan di Desember 2018 mencapai 41 ribu. Padahal, pada akhir 2017 terdapat guru honorer. Angka ini menunjukkan pentingnya rekrutmen guru ASN secara berkala. Menurut data Kemendikbud 2019, guru dan tendik tenaga kependidikan berjumlah Guru ASN guru tetap yayasan guru tidak tetap provinsi guru tidak tetap kabupaten/kota guru bantu pusat guru honorer sekolah serta status lainnya orang. Sekolah-sekolah negeri kekurangan guru ASN. Oleh karena itu, meski dilarang Mendikbud sebelumnya Muhadjir, kepala sekolah bergeming. Sampai saat ini, kepala sekolah dan dinas pendidikan daerah tetap merekrut guru honorer karena seleksi guru ASN tak kunjung dibuka. Skema pemanfaatan tenaga guru pensiun pun tak berjalan. Masalahnya tidak semua guru honorer diangkat berdasarkan surat keputusan kepala daerah; gubernur, bupati, atau wali kota. Sebagian besar diangkat oleh kepala sekolah yang berdampak pada gaji kecil, di bawah Rp500 ribu setiap bulan. Itu pun dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Gaji mereka dialokasikan dari dana bantuan operasional sekolah BOS, bukan dari APBD. Pasalnya, sekolah negeri dilarang memungut iuran bulanan dari wali siswa. Masa kerja dan status guru honorer beragam. Dari satu tahun hingga lebih dari 10 tahun; guru honorer sekolah dan guru honorer daerah; guru honorer bersertifikat dan nonsertifikat. Perbedaan status membedakan kesejahteraan mereka. Tidak semua kepala daerah mau menandatangani surat keputusan guru honorer karena pertimbangan keterbatasan dana daerah. Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono SBY, ada 1,1 juta guru honorer diangkat menjadi ASN tanpa tes. Kebijakan politis ini diambil karena desakan DPR dan guru, juga pertimbangan masa kerja mereka yang rata-rata di atas 10 tahun. Bisa dikatakan alasan kemanusiaan. Kritiknya, kualitas guru atau ASN dipertanyakan. Masa pengabdian tidak selalu berbanding lurus dengan kompetensi guru. Tuntutan pengangkatan guru honorer muncul lagi pada masa Presiden Jokowi. Namun, Jokowi tidak bersedia mengangkat mereka tanpa seleksi. Sebagai jalan tengah, digunakan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara ASN. ASN dibagi menjadi pegawai tetap PNS dan PPPK pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Karena itu, dibuatlah PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Perjanjian kerja PPPK minimal satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan. Acuannya ialah penilaian kinerja. Guru honorer dimasukkan dalan skema PPPK ini melalui tes. Bahkan, di daerah tertentu perpanjangan kontrak harus melalui tes ulang. Meski menolak keras, sebagian besar guru honorer mengikuti tes PPPK. Pada Februari 2019, pemerintah membuka lowongan PPPK tahap I sebanyak 75 ribu orang. Sayangnya, 25 ribuan tidak lulus. Akan tetapi, nasib 50 ribuan honorer K2 kategori 2 yang lulus tes PPPK pun belum jelas karena alasan dana dan belum terbitnya perpres tantang jabatan PPPK. Pembayaran gaji guru PPPK tergantung pada kesanggupan pemerintah daerah. Beberapa daerah menolak melakukan seleksi guru PPPK atau mengurangi kuota. Komitmen kepala daerah Solusi kebijakan yang bisa diambil Nadiem mengatasi kekurangan guru ialah sebagai berikut. Pertama, menarik guru ASN di sekolah swasta untuk ditempatkan di sekolah-sekolah negeri. Sebagai contoh, di Kabupaten Gresik, ASN di sekolah swasta mencapai 212, dengan rincian 171 ASN di TK dan 39 di SMP swasta; di Sumatra Utara, guru di sekolah swasta ada orang dan guru ialah ASN. Hal ini pasti menimbulkan gejolak di masyarakat seperti pada masa Mendikbud Muhadjir. Rencana ini gagal karena banyak pihak menolak. Pemerintah dianggap tak berpihak pada sekolah swasta. Sekolah negeri kekurangan banyak guru; banyak sekolah swasta yang mampu secara finansial sehingga bisa membayar guru secara layak; pemerintah sudah membantu sekolah swasta melalui dana BOS dan sertifikasi guru; pemerintah juga mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar KIP-yang secara tidak langsung membantu sekolah swasta. Sekolah swasta yang tidak punya kemampuan membayar pendidik diharapkan berbenah diri. Mereka hanya merekrut guru-guru yang berpendidikan sarjana, mendorong guru untuk mengikuti pendidikan profesi guru PPG, dan membangun komunikasi dengan komite sekolah terkait partisipasi wali siswa untuk gaji guru honorer. Sesuai UUD, APBN sudah mengalokasikan 20% untuk pendidikan, tetapi masih banyak alokasi APBD yang di bawah 20% untuk pendidikan. Padahal, komponen anggaran terbesar mereka berasal dari dana transfer pusat, yaitu dana alokasi umum DAU dan dana alokasi khusus DAK. Sebagai gambaran, pada 2019 anggaran fungsi pendidikan Rp429,5 triliun yang tersebar di 19 kementerian/lembaga. Terbesar ditransfer ke daerah, yakni Rp308,38 triliun atau 62,62% dari total alokasi. Hanya sedikit kepala daerah yang mengalokasikan anggaran pendidikan setara atau di atas 20%. Padahal, kunci memajukan pendidikan daerah ialah kecukupan dan pemerataan guru di tiap-tiap daerah. Perekrutan guru ASN juga perlu mempertimbangkan aspek berikut. Putra daerah, agar tidak mutasi di kemudian hari-kecuali tidak ada putra daerah yang memenuhi syarat sesuai kebutuhan guru tertentu; menghargai masa pengabdian guru honorer untuk keadilan bagi mereka yang terbukti loyal; bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme agar diperoleh guru yang kompeten. Demikianlah, tanpa reformasi pengangkatan dan seleksi guru secara berkala setiap tahun, masalah kekurangan guru akan terus berulang. Oleh karena itu, Merdeka Belajar dan peningkatan mutu pendidikan akan sulit dilakukan. Seleksi dan pengangkatan guru harus menjadi prioritas di 2020 dan tahun-tahun berikutnya sebagai pintu pemenuhan kekurangan guru sekaligus menjaring guru-guru berintegritas dan berkualitas.
Berikut11 metode pembelajaran dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya : 1. Metode Ceramah. Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.
5 Kelemahan-kelemahan Guru dalam Mengajar Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan. Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal siswa. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir. Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak tidak mempersiapkan alat bantu mengajar. Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa. Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah kurang memperhatikan kemampuan awal siswa. Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa. Dengan memahami kemampuan awal siswa ini guru dapat membantu siswa memperlancar proses pe,mbelajaran yang dilkukan dan memperkecil peluang kesulitan yang dihadapi siswa. Adakalanya satu materi tertentu memerlukan prasarat pengetahuan sebelumnya. Jika pengetahuan prasyarat ini belum dikuasi dan guru sudah melanjutkan pada materi berikutnya bisa dipastikan bahwa siswa akan kesultan mengikuti pelajaran. Hal ini bisa dideteksi melalui perilaku siswa. Siswa yang tidak dapat mengikuti materi yangs edang dibahas oleh guru cenderung berperilaku “menyimpang” seperti melamun, menulis atau menggambar yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran, berbicara sendiri atau kegiatan-kegiatan lain yang tidak terkait dengan isi papan tulis yang kurang tepat. Pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya. Penulisan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran ini bergna sebagai kontrol bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tidak keluar dari jalur. Kecenderungan lainnya adalah penggunaan papan tulis yang kaacau. Siswa tidak tahu apa sebenarnya yang dibahas, dan untuk apa hal itu dibahas. Guru terlalu sibuk menulis dan membuat ilustrasi di papan tulis yang kadang-kadang sulit ditangkap siswa dan tidak melaksanakan evaluasi. Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Evaluasi ini bertguna bagi guru untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pembelajaran yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan /bahasan akan bisa mendeteksi siswa mana yang masih kesulitas dan pada bagian apa siswa merasa sulit. Hal ini akan sangat berguna bagi guru dalam membantu siswa A TUJUAN PEMBELAJARAN • Memahami keunggulan dan keterbatasan dalam permintaan dan penawaran sebagai pelaku ekonomi. • Memahami permintaan dan penawaran dengan penggunaan teknologi untuk pelaku ekonomi • Menjelaskan pengaruh interaksi antaruang terhadap kegiatan ekonomi, social, budaya di indonesia dan asean Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dari pengamatan penulis terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dapat dikemukakan beberapa kelemahan antara lain Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan. Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal siswa. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir. Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak tidak mempersiapkan alat bantu mengajar. Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa. Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah kurang memperhatikan kemampuan awal siswa. Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa. Dengan memahami kemampuan awal siswa ini guru dapat membantu siswa memperlancar proses pe,mbelajaran yang dilkukan dan memperkecil peluang kesulitan yang dihadapi siswa. Adakalanya satu materi tertentu memerlukan prasarat pengetahuan sebelumnya. Jika pengetahuan prasyarat ini belum dikuasi dan guru sudah melanjutkan pada materi berikutnya bisa dipastikan bahwa siswa akan kesultan mengikuti pelajaran. Hal ini bisa dideteksi melalui perilaku siswa. Siswa yang tidak dapat mengikuti materi yangs edang dibahas oleh guru cenderung berperilaku "menyimpang" seperti melamun, menulis atau menggambar yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran, berbicara sendiri atau kegiatan-kegiatan lain yang tidak terkait dengan isi papan tulis yang kurang tepat. Pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya. Penulisan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran ini bergna sebagai kontrol bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tidak keluar dari jalur. Kecenderungan lainnya adalah penggunaan papan tulis yang kaacau. Siswa tidak tahu apa sebenarnya yang dibahas, dan untuk apa hal itu dibahas. Guru terlalu sibuk menulis dan membuat ilustrasi di papan tulis yang kadang-kadang sulit ditangkap siswa dan tidak melaksanakan evaluasi. Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Evaluasi ini bertguna bagi guru untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pembelajaran yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan /bahasan akan bisa mendeteksi siswa mana yang masih kesulitas dan pada bagian apa siswa merasa sulit. Hal ini akan sangat berguna bagi guru dalam membantu siswa Apabila 5 macam kelemahan guru ini dapat diperbaiki, maka peoses pembelajaran akan menjadi lebih bermutu dan muaranya nanti pada hasil belajar yang lebih baik. Perubahan pada kelima kelemahan tersebut tidak memerlukan biaya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran diri untuk memberikan yang terbaik kepada siswa. Kepala sekolah dapat berperan dalam perbaikan proses pembelajaran ini dengan cara lebih sering melaksanakan supervisi kunjungan kelas. Lihat Pendidikan Selengkapnya
Akantetapi kelemahan-kelemahan ini dapa direduksi (dikurangi) guru dengan kemampuan pengelolaan guru dalam menerapkan pembelajaran HOTS ini di kelasnya. Kelemahan-kelemahan yang dapat muncul itu antara lain sebagai berikut: Permasalah dengan waktu yang dialokasikan. Apabila guru dan siswa belum begitu terbiasa menerapkan pembelajaran HOTS
Guru yang berkualitas akan menghasilkan siswa yang berkualitas pula. Guru sebagai tokoh yang berperan besar di dalam sebuah ruang kelas, memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan anak bangsa. Himbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan telah menyebutkan bahwa wajah masa depan bangsa ini berada di ruang-ruang kelas. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa tanggung jawab membentuk masa depan hanya berada di pundak pendidik dan tenaga kependidikan di institusi pendidikan. Tugas kita semualah yang turut berperan membantu para guru di seluruh Indonesia untuk bisa mengemban tugasnya dengan baik dan maksimal. Seluruh elemen bangsa hendaklah memiliki sikap peduli, untuk merasa memiliki atas problematika pendidikan agar bisa menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencari solusi terhadap kendala-kendala yang sering ditemui oleh seorang guru ketika ia harus mengajar di depan murid-muridnya. Guru juga hanyalah manusia biasa, yang tidak luput dari kelemahan dan kesalahan ketika berada di depan peserta didiknya. Tiga belas kelemahan maupun kesalahan yang sering ditemui oleh guru dalam pembelajaran di kelas antara lain adalah 1 Dalam mengajar guru belum menyiapkan atau membuat sendiri perangkat pembelajarannya yang disebut dengan RPP. Sebelum mengajar sebaiknya seorang guru telah mempersiapkan bahan ajarnya dan merupakan hasil karyanya sendiri, sehingga ia tahu apa yang akan diberikan kepada siswa. 2 Seringkali dalam mengajar guru tidak membawa media atau alat pembelajaran di kelas. Solusinya persiapkan media yang berhubungan dengan materi pembelajaran, biasanya dilakukan pada awal tahun ajaran baru. Media dapat diambil dari bahan-bahan bekas atau yang ada di sekitar lingkungan sekolah, atau rumah siswa. 3 Guru jarang membawa siswa ke dunia nyata anak-anak. Hanya menjelaskan dan menjabarkan teori. Solusinya sering-seringlah membawa siswa melihat langsung objek pembelajaran yang sedang dipelajari agar dapat merasakan kejadian-kejadian penting, hal-hal penting dalam kehidupan mereka. Sehingga mereka selalu belajar dari lingkungan sekitar mereka. 4 Guru jarang menggunakan metode mengajar yang menyenangkan. Solusinya kuasailah berbagai macam metode-metode dalam mengajar seperti Contextual Teaching Learning, Quantum Teaching, Inquiry, project based learning dan lain-lain. 5 Guru Jarang memadukan proses pembelajaran dengan pelajaran lain, apalagi yang menggunakan kurikulum 2006 KTSP. Solusinya adalah gunakan metode pembelajaran yang menggunakan keterpaduan dan asah kemampuan untuk menghubung-hubungkan pelajaran dengan pelajaran lain. Sehingga manfaatnya dapat menambah wawasan dan ilmu anak secara optimal. 6 Dalam mengajar guru jarang menanamkan unsur-unsur nilai, norma, etika kepada para siswa. Solusinya cobalah menggunakan pola pembelajaran holistik, yakni menerapkan pembelajaran secara menyeluruh dan terpadu kepada peserta didik dengan memasukkan unsur-unsur nilai spiritual dan emosional anak sehingga anak tumbuh menjadi manusia yang terampil, terdidik dan berkarakter. 7 Guru kurang memperhatikan kemampuan awal siswa. Solusinya Guru sebaiknya mampu mengelompokkan siswa sesuai dengan kemampuannya, misalnya; posisi tempat duduk disesuaikan sedemikian rupa agar siswa nyaman. Pembagian kelompok kerja bagi siswa, lebih mengarah kepada pengembangan potensi siswa. Siswa yang terampil duduk di sebelah siswa yang pasif. Atau siswa yang suka bercerita diletakkan di sebelah siswa yang pendiam. 8 Penggunaan sarana dan prasarana yang kurang tepat. Misalnya meja, kursi yang berat diberikan kepada siswa SD. Hal ini mempersulit guru dalam menerapkan metode belajar yang baik. Solusinya guru harus kreatif menyiasati hal ini, membawa siswa keluar ruangan agar siswa tidak jenuh berada di dalam kelas. 9 Guru tidak menetapkan rules yang jelas dalam proses pembelajaran. Sehingga suasana kelas menjadi kurang kondusif. Solusinya segera tentukan suatu rules dalam mengajar akan lebih dapat mengarahkan siswa, sehingga siswa ikut belajar untuk disiplin, komitmen dan bertanggung jawab terhadap proses pembejaran di kelas. 10 Guru tidak melakukan evaluasi. Setiap proses selalu harus diberi evaluasi, agar guru dapat mengetahui sejauh mana siswa mampu menyerap materi, nilai-nilai maupun norma-norma sehingga siswa tidak hanya pandai tetapi juga berkarakter. Susun jadwal kapan evaluasi akan dilakukan, sehingga proses pencapaian siswa dapat terukur dengan jelas. 11 Guru jarang membaca buku dan referensi-referensi lain. Menyusun jadwal rutin berapa buku yang harus dibaca dalam 1 hari, 1 minggu untuk menambah wawasan adalah solusi yang tepat. 12 Guru jarang melakukan penelitian dan menulis sebuah artikel atau karya tulis lainnya. Solusinya guru harus lebih banyak mengamati, menganalisa dan mengamati kejadian-kejadian di sekitarnya serta rajin mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada & belajar untuk menuangkannya dalam suatu hasil karya tulis. 13 Guru jarang berkomunikasi dengan siswa secara lebih dekat. Berkunjung ke rumah siswa yang sedang membutuhkan perhatian terutama kepada siswa yang bermasalah di sekolah, barangkali perlu diterapkan sehingga terjalin komunikasi terbuka antara guru dengan siswanya, sehingga guru bisa memahami karakteristik siswa dan siswapun mau terbuka kepada gurunya. Demikianlah 13 kelemahan yang sering dijumpai oleh para guru, jika masih ada dalam diri seorang guru 13 kelemahan tersebut, barangkali bisa diminimalisir, asalkan kita tahu bagaimana mencari solusi dan jalan keluarnya, sehingga guru yang berkualitas akan menghasilkan siswa yang berkualitas pula. * Ditulis oleh Delta Nia, Professional teacher. Concern for education quality. Sedangkanmenurut Tim puskur (2006) dalam BPSDMPK (2012: 14) ada beberapa kelebihan pelaksanaan pembelajaran tematik yaitu: 1). Banyak materi-materi yang tertuang dalam beberapa mapel mempunyai keterkaitan konsep, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyeluruh; mempelajari sebuah topik secara mendalam dari berbagai segi. 2). Di zaman dahulu guru adalah sebuah cita-cita yang dianggap sangat membanggakan. Terlebih di kalangan masyarakat pedesaan. Banyak yang memimpikan untuk menjalani karir ini. Namun seiring munculnya profesi-profesi baru saat ini membuat profesi guru tidak lagi banyak diminati. Padahal ada banyak sekali keuntungan menjadi tenaga Anda ragu untuk memilih guru sebagai karir karena takut dinilai kuno, pemikiran tersebut tidak lah tepat. Profesi guru tidak kalah keren dengan profesi-profesi kekinian. Berikut ini ada 7 keuntungan yang dapat Anda rasakan jika menjadi pengajar1. Ilmu yang Terus Bertambah dan BermanfaatIlmu yang kita dapatkan sedari kecil tidak akan bisa terus bertahan dalam pikiran jika tidak dipelajari lagi. Namun beruntunglah Anda jika menjadi guru. Ilmu pengetahuan beserta wawasan Anda tidak hanya akan mengendap. Dengan mengajar peserta didik, ilmu itu akan terus diingat bahkan dituntut untuk belajar setiap hari meskipun telah menguasai materi yang menjadi pegangan Anda. Akan tetapi itu tidak lah cukup. Pasti akan selalu ada ilmu-ilmu baru yang akan Anda dapatkan berkat pertanyaan dari itu, ilmu yang Anda berikan pada mereka bisa terus diamalkan dan bermanfaat. Semakin banyak yang mempraktekkannya, maka akan kian banyak juga yang merasakan faedahnya. Anda tidak hanya bekerja untuk kepentingan duniawi. Namun Kebutuhan spiritual Anda juga Berperan Penting dalam Pendidikan Anak BangsaTidak asing kita dengar dan baca adanya ungkapan bahwa guru adalah pekerjaan mulia. Mereka membagikan ilmunya kepada semua siswa dengan sabar. Bahkan guru dijuluki sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Mengapa demikian?Kendati pun bayaran yang didapatkan oleh guru tidak lah tinggi di Indonesia, namun jasanya pada Negara begitu besar. Perkembangan dan kemajuan Sumber Daya Manusia SDM bergantung pada para pengajar. Pendidikan anak bangsa menjadi tanggung jawab Anda masih belum yakin untuk menjalani profesi ini, lihatlah betapa berjasanya seorang guru. Anda punya kesempatan yang besar untuk mengabdi dan menjadi inspirasi anak-anak dalam menjalani masa depannya. Orang-orang hebat di negeri ini berawal dari belajar kepada seorang guru. Jadi, apakah Anda masih ragu-ragu?3. Pengalaman Mengajar Siswa Beragam KarakterTidak hanya ilmu akademik yang Anda bagikan kepada murid. Pendidikan karakter juga akan menjadi tanggung jawab para guru. Pasalnya, Anda akan dipertemukan dengan beragam karakter dari peserta didik di ini tentu sangat menarik. Anda tidak akan merasakannya jika tidak menjadi guru. Bertemu dan belajar bersama siswa yang berbeda-beda karakter dalam satu kelas akan sangat menantang. Kebahagiaan tiada tara bisa Anda rasakan jika berhasil menaklukkan keberagaman dari itu, profesi guru sangat disarankan jika Anda menyukai tantangan. Mengajar memang seringkali terlihat mudah, tapi setelah dipraktekkan ternyata tidak semudah yang kita lihat apabila tidak punya skill mengajar. Maka pastikan skill ini Anda miliki dan asah sebaik 7 Kanal Youtube yang Menggabungkan Konten Pelajaran dan Pendidikan KarakterMelalui platform Youtube, Anda dapat memperoleh banyak referensi untuk anak. Supaya terhindar dari konten-konten yang tidak berfaedah, kami punya 7 rekomendasi channel Youtube untuk putra putri Baisuni4. Dekat dengan Anak-AnakBuat Anda yang sangat menyukai anak-anak, profesi guru akan sangat menguntungkan. Ketertarikan Anda dapat tersalurkan dengan mudah. Anda bisa bertemu anak-anak setiap hari. Tidak hanya untuk mengajar, namun juga bermain bersama mereka. Tidak menutup kemungkinan para siswa akan menganggap Anda seperti orang tuanya Anda memulai karir ini sejak di masa lajang, tentu menjadi guru akan sangat bermanfaat. Pekerjaan ini juga memberikan pengalaman mendidik anak. Jadi, Anda bisa belajar sebelum melahirkan anak kandung sendiri. Bekal ini sangat penting untuk masa depan dekat dengan anak-anak adalah kesempatan yang luar biasa. Tingkah laku mereka yang menggemaskan dan terkadang menjengkelkan akan mewarnai hari-hari Anda. Menarik, bukan?5. Jam Kerja Lebih SingkatDibandingkan dengan profesi lainnya, menjadi guru juga sangat menguntungkan dari segi jam kerja. Rata-rata orang bekerja 8 jam sehari. Bahkan tidak jarang harus lembur hingga malam. Menjadi berbeda jika Anda memilih profesi guru. Jam bekerjanya tentu mengikuti waktu belajar SD paling lambat pulang jam 1. Jika Anda mengajar di lembaga pendidikan yang menerapkan full day school, waktunya juga tidak akan bertambah sangat banyak. Profesi ini akan sangat cocok untuk para ibu rumah tangga. Tidak akan khawatir bekerja setiap hari, apalagi mengajar di sekolah yang sama dengan tempat belajar Durasi Liburan Lebih PanjangSelain jam kerja yang lebih singkat, para guru juga punya waktu berlibur yang lebih panjang. Tidak seperti profesi lain yang harus mengajukan cuti untuk mendapat libur, guru punya durasi liburan di pertengahan dan akhir tahun ajaran. Liburannya pun sangat panjang menyesuaikan dengan libur ini pasti menjadi daya tarik dan membuat banyak iri teman-teman Anda yang bukan guru. Anda dapat menikmati liburan bersama keluarga dengan puas. Maka dari itu jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi guru jika Anda Rutinitas Tidak MonotonAda yang bilang menjadi guru sangat monoton ruang kerjanya. Siapa bilang? Justru menjadi guru akan membuat Anda terus melakukan hal-hal baru bersama siswa. Terlebih lagi saat Anda menerapkan eksprimen dari teori yang dipelajari di hari rutinitas yang dijalani seorang guru memang lah mengajar hal yang sama. Namun ilmu dan cara menyampaikannya akan selalu bisa berbeda. Kreatifitas Anda sangat diuji dalam mencairkan suasana di kelas. Guru dituntut untuk kreatif dan inovatif agar siswa tidak jenuh karena itu profesi ini akan sangat menyenangkan untuk dijalani. Anda dapat mengajar di alam bebas, membuat lagu-lagu bermuatan materi, senam pagi dan ice breaking, dan lain sebagainya. Setiap hari akan menjadi hari yang selalu Inovasi Pembelajaran dari Para Guru InovatifModel pembelajaran baru yang dapat dikembangkan ini harus memiliki tiga prinsip pembelajaran inovatif. Yaitu berpusat pada siswa, berbasis masalah, terintegrasi, berbasis masyarakat, memberikan pilihan, tersistem, dan KusumawardaniMenjadi seorang guru adalah tugas mulia. Ia tidak hanya bertanggung jawab pada kecerdasan anak bangsa. Guru juga mendidik siswa menjadi pribadi yang berkarakter. Jasanya akan selalu terkenang sepanjang masa. Dengan memilih profesi ini, sudah barang tentu Anda siap mendedikasikan diri untuk turut memajukan pendidikan di masih banyak keuntungan-keuntungan menjalani profesi guru. Tujuh poin di atas hanyalah beberapa keuntungan yang paling tampak. Sedangkan manfaat serta keseruan lainnya hanya dapat Anda rasakan ketika terjun langsung. Jadi, apakah masih ada hal yang membuat Anda belum yakin pada profesi ini?Semoga artikel kami dapat memberikan pencerahan atas keragu-raguan Anda! Kelebihandan kekurangan bisa juga secara alami karena terkait erat pada metode yang lain. Guru perlu memiliki keterampilan khusus untuk mengaitkan tiap metode yang digunakan untuk memudahkan siswa menyerap materi pelajaran. Kita tahu pula bahwa metode pembelajaran adalah benar untuk pelajaran tertentu. Itu sangat bergantung pada banyak hal. The new normal dalam pendidikanadalah peningkatan penggunaan perangkat pembelajaran online. Pandemi COVID-19 telah memicu cara-cara baru dalam belajar. Di seluruh dunia, institusi pendidikan, sedang mencari platform pembelajaran online, untuk melanjutkan proses mendidik siswa. The New normal sekarang adalah konsep berubah pendidikan dengan pembelajaran online pada inti dari transformasi ini. Saat ini, pembelajaran digital telah muncul sebagai sumber daya yang diperlukan bagi siswa dan sekolah di seluruh dunia. Bukan hanya sekolah dan kelas tetapi bahkan Bagi banyak lembaga pendidikan, ini adalah cara pendidikan yang sama sekali baru yang harus mereka adopsi. Pembelajaran online saat ini tidak hanya berlaku untuk pembelajaran akademik tetapi juga merambah pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa. Dalam beberapa bulan terakhir, permintaan untuk pembelajaran online telah meningkat secara signifikan, dan akan terus demikian di masa depan. Seperti kebanyakan metode pengajaran, pembelajaran online juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Di bawah ini akan kami uraikan kelebihan dan kekurangan ini metode ini. Dengan maksud akan membantu lembaga dalam menciptakan strategi untuk penyampaian pelajaran yang lebih efisien, memastikan perjalanan belajar yang tidak terputus bagi para siswa. 1. EfisiensiPembelajaran online menawarkan guru cara yang efisien untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa. Pembelajaran online memiliki sejumlah alat seperti video, pdf, podcast, dan guru dapat menggunakan semua alat ini sebagai bagian dari rencana pelajaran mereka. Dengan memperluas rencana pelajaran di luar buku teks tradisional untuk memasukkan sumber daya online, para guru dapat menjadi pendidik yang lebih Aksesibilitas waktu dan tempatKeuntungan lain dari pembelajaran online adalah memungkinkan siswa untuk menghadiri kelas dari tempat mana pun yang mereka pilih. Hal ini juga memungkinkan sekolah untuk menjangkau jaringan siswa yang lebih luas, daripada tetap dibatasi oleh batas-batas geografis. Selain itu, belajar online dapat direkam, disimpan, dan dibagikan untuk referensi di waktu kedepannya. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengakses materi pembelajaran pada waktu yang nyaman bagi demikian, pembelajaran online menawarkan siswa aksesibilitas waktu dan tempat dalam Keterjangkauan Keuntungan lain dari pembelajaran online adalah mengurangi biaya keuangan. Pendidikan online jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Ini karena pembelajaran online tidak memerlukan biaya transportasi siswa, makan siswa, dan lain lainnya. Selain itu, semua materi pelajaran atau studi tersedia secara online, sehingga menciptakan lingkungan belajar tanpa memerlukan kertas yang lebih terjangkau, sekaligus bermanfaat bagi Jumlah kehadiran siswa yang lebih banyakDengan kelas online, karena kelas dapat diambil dari rumah atau lokasi pilihan, kemungkinan siswa ketinggalan pelajaran lebih kecil. 5. Sesuai dengan berbagai gaya belajar anakSetiap siswa memiliki perjalanan belajar yang berbeda dan gaya belajar yang berbeda pula. Beberapa siswa adalah pembelajar visual, sementara beberapa siswa lebih suka belajar melalui audio. Demikian pula, beberapa siswa berkembang di kelas, dan siswa lainnya adalah pembelajar tunggal yang terganggu oleh kelompok besar. Sistem pembelajaran online, dengan berbagai pilihan dan sumber dayanya, dapat dipersonalisasi dalam banyak cara. Ini adalah cara terbaik untuk menciptakan lingkungan belajar yang sempurna sesuai dengan kebutuhan setiap siswa. Kekurangan dari sistem pembelajaran online1. Ketidakmampuan untuk fokus pada layarBagi banyak siswa, salah satu tantangan terbesar dari pembelajaran online adalah perjuangan dengan fokus pada layar untuk jangka waktu yang lama. Dengan pembelajaran online, juga ada peluang lebih besar bagi siswa untuk mudah teralihkan dengan media sosial atau situs lain. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk menjaga kelas online mereka tetap segar, menarik, dan interaktif untuk membantu siswa tetap fokus pada pelajaran. 2. Masalah teknologi Tantangan utama lain dari kelas online adalah jaringan internet. Sementara pembangunan jaringan internet telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir, namun di kota-kota kecil, jaringan internet yang bagus masih menjadi sebuah masalah. Tanpa koneksi internet yang bagus untuk siswa atau guru dapat terjadi kurangnya kontinuitas dalam pembelajaran untuk anak tersebut. Hal ini sangat tidak bagus untuk proses pendidikan. 3. Rasa terisolasi Siswa dapat belajar banyak dari berada di perusahaan rekan-rekan mereka. Namun, dalam kelas online, interaksi fisik siswa dan guru sangat minim. Hal ini sering mengakibatkan rasa isolasi bagi siswa. Dalam situasi ini, sangat penting bahwa sekolah memungkinkan bentuk komunikasi lain antara siswa, teman sebaya dan guru. Ini dapat mencakup pesan online, email, dan konferensi video yang memungkinkan interaksi tatap muka dan mengurangi rasa terisolasi. 4. Pelatihan guru Pembelajaran online menuntut para guru untuk ramah teknologi dan memiliki pemahaman dasar tentang penggunaan bentuk pembelajaran digital. Namun, hal ini tidak selalu terjadi. Sangat sering, para guru memiliki pemahaman yang sangat mendasar tentang teknologi. Terkadang, mereka bahkan tidak memiliki sumber daya dan alat yang diperlukan untuk menyelenggarakan kelas online. Untuk mengatasi hal ini, penting bagi sekolah untuk berinvestasi dalam melatih para guru dengan pembaruan teknologi terbaru sehingga mereka dapat melakukan kelas online dengan lancar. 5. Pengelolaan Waktu di depan layarBanyak orang tua khawatir tentang bahaya kesehatan karena anak-anak mereka menghabiskan begitu banyak waktu menatap layar baik pada perangkat komputer maupun android. Penggunaan waktu yang lama di depan layar ini adalah salah satu kekhawatiran dan kerugian terbesar dari pembelajaran online, Terkadang siswa juga terbiasa pada posisi tubuh yang kurang bagus dalam menatap layar. Posisi yang salah ini akan mengakibatkan postur tubuh yang buruk, dan masalah fisik lainnya karena terus membungkuk di depan layar. Solusi yang baik untuk ini adalah dengan memberi siswa banyak istirahat di depan layar untuk menyegarkan pikiran dan tubuh mereka. KekuranganPembelajaran Daring. Bagi siswa dan guru yang tinggal di daerah minim infrastruktur internet sudah tentu akan mengalami kesulitan dalam melakukan pembelajaran daring. Siswa dengan tingkat ekonomi keluarga kurang mampu mengalami kesulitan dalam kepemilikan gawai, laptop atau komputer dan pembelian kuota.
\n \n\n kelebihan dan kekurangan guru dalam mengajar

LimaKelemahan Guru dalam Mengajar . 28 Oktober 2010 01:16 Diperbarui: 26 Juni 2015 12:02 1128 0 0 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto Gadget. Jika pengetahuan prasyarat ini belum dikuasi dan guru sudah melanjutkan pada materi berikutnya bisa dipastikan bahwa siswa akan kesultan mengikuti pelajaran. Hal ini bisa dideteksi melalui

m35gURA.
  • 2a03q09p05.pages.dev/439
  • 2a03q09p05.pages.dev/235
  • 2a03q09p05.pages.dev/100
  • 2a03q09p05.pages.dev/8
  • 2a03q09p05.pages.dev/284
  • 2a03q09p05.pages.dev/319
  • 2a03q09p05.pages.dev/77
  • 2a03q09p05.pages.dev/382
  • kelebihan dan kekurangan guru dalam mengajar