ISBN: -4. The Magic Library atau versi terjemahannya yaitu Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken berkisah tentang dua orang sepupu bernama Nils dan Berit. Nils tinggal di Oslo, sedangkan Berit menetap di Fjaerland. Walaupun sama-sama berlokasi di Norwegia, domisili mereka terpaut ratusan kilometer. Sehingga, setelah pertemuan terakhir
Buku The Magic Libarary merupakan buku karya Jostein Gaarder & Klaus Hagerup, mereka merupakan penulis novel luar negeri. Jostein Gaarder adalah penulis novel filsafat Shopie’s World Dunia Shopie yang merupakan salah satu novel terlaris di dunia. Novel Shopie’s World telah diterjemahkan dalam 50 bahasa karya beliau yang lain ialah Dunia Anna, Dunia Cecilia, Dunia Maya, The Orange Girl, Misteri Soliter, The Puppeteer, The Castle in the Pyrenees, House of Tales serta The Magic Library. Akhir minggu ini saya baru saja menyelesaikan membaca buku dengan judul The Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibi Bokken, novel ini merupakan novel yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga cukup mudah dipahami . Dalam buku tersebut menggambarkan kisah dua orang sepupu yang memiliki tempat tinggal yang berjarak ratusan kilometer, mereka bernama Berit yang tinggal di Fjaerland dan Nils yang bertempat tinggal di Oslo. Maka dari itu mereka selalu berkirim pesan yang ditulis di buku kemudian mereka mengirim buku tersbut secara bergantian, mereka menyebutknya buku surat . Pada awal buku berisi berbagai pesan dimana pesan terseut merupakan pesan yang dikirimkan Berit kepada Nils dan sebaliknya , yakni pesan Nils kepada Berit. Dalam percakapan tersebut mereka sedang membahas mengenai perempuan aneh Bibbi Bokken yang haus akan buku sedang mengikuti dan seperti memata-matai mereka. Pada akhirnya mereka memiliki rasa penasaran dan mencoba mengikuti dan mengetahui siapa itu Bibi Bokken. Buku ini memiliki 284 halaman, dalam buku ini pembaca akan berimajiasi bagaimana alur cerita yang ditulis. Selain ingin mengetahui siapa itu Bibbi Bokken , Berit dan Nils juga ingin mengetahui mengenai “perpustakaan ajaib” yang cukup membuat mereka penasaran karena mereka suka membaca serta ingin mengetahui letak “perpustakaan ajaib tersebut”. Menurut saya novel ini cocok untuk dibaca dikalangan remaja yang suka membaca karena cukup membuat pembaca penasaran serta bersifat fantasi yang akan membuat membaca membayangkan keadaan yang terjadi.
Reviewbuku novel the magic library perpustakaan ajaib bibbi bokken jostein haarder klaus hagerup Review The Magic Library - Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup | Buku Boogie Blogspot Review buku, cerita pendek, novel misteri, horor dan detektif, serta buku-buku lain. Misteri, Puisi, Teori menulis, Sejarah buku dan berbagai macam hal lainnya yang berkaitan dengan buku. inilah yang diangkat oleh Jostein Gardeer dan Klaus Hagerup dengan baik melalui karyanya yang berjudul The Magic Library — Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Buku ini mencoba kita agar tertarik lebih dalam untuk membaca buku dan memulai untuk menulis. Dengan bahasa yang ringan, kisah remaja yang menghibur dan penuh konspirasi, saya rasa buku ini sangat bagus sekali dibaca bagi siapa yang ingin memulai untuk membiasakan membaca dan menulis. The Magic Library menceritakan tentang dua remaja sepupu yang tinggal di tempat terpisah, dan mereka sepakat untuk saling berhubungan dengan sebuah “buku-surat,” sebutan untuk sebuah buku catatan seperti buku diari yang dialih fungsikan menjadi media menulis surat. Perlu diketahui buku ini diterbitkan pertama kali tahun 1999 disaat Hp masih belum begitu banyak penggunanya dan para remaja pada saat itu masih menggunakan media konvesional yakni saling kirim mengirim surat. Quote“Sebuah buku adalah dunia ajaib penuh simbol yang menghidupkan kembali si mati dan memberikan hadiah kehidupan yang kekal kepada yang hidup. Sungguh tak dapat dibayangkan, fantastis, dan ajaib bahwa kedua puluh enam huruf dalam alfabet kita bisa dipadukan sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi rak raksasa dengan buku-buku dan membawa kita ke sebuah dunia yang tak pernah berujung. Dunia yang selalu bertumbuh dan bertumbuh, selama masih ada manusia di muka bumi ini.” Setelah seringkali kirim mengirim surat, mereka berdua akhirnya bertemu dengan seorang wanita paruhbaya bernama Bibbi Bokken yang selalu memata-matai mereka. Hingga akhirnya isi pembicaraan di surat mereka adalah bagaimana penyelidikan akan misteri tentang siapa wanita tersebut dan apa yang ia inginkan dari dua orang remaja yang saling mengirim buku-surat. Quote“Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman terbaik. Di sana kita akan berbaur dengan karakter yang paling pintar, paling intelek, dan paling luhur; di sana kebanggan serta keluhuran manusia bersemayan.”― Jostein Gaarder, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Buku ini sarat akan makna tulis menulis termasuk untuk saya pribadi. dan salah satu alasan saya memulai menulis di artikel pertama ini adalah karena terinspirasi dari buku ini hehe. Saya terpesona dengan gaya penulisan yang unik di buku ini, yang mana pengarang membagi buku ini menjadi dua bab. Bab pertama yaitu mengisahkan tentang isi dari buku-surat yang dikirimkan oleh dua remaja Nills dan Berit tersebut secara bergantian. Sedangkan bab kedua adalah mengisahkan rencana mereka kedua setelah mereka bertemu langsung dan menyusun rencana untuk memecahkan misteri yang selama ini menghantui mereka dengan dua narator yaitu Nills dan Berit. Melalui buku ini pembaca akan diajak memahami bagaimana imajinasi liar anak-anak dalam memecahkan misteri dan kasus yang mereka hadapi. Dan juga pembaca akan mendapatkan informasi tentang literasi dan sejarah perbukuan, seperti sejarah mesin percetakan, sistem penyusunan buku-buku di perpustakaan, lokasi perpustakaan unik di Norwegia, cara mengembangkan tulisan fiksi, dan masih banyak lagi. Rating 4/5 08-03-2020 2226 Xzys memberi reputasiDiubah oleh serseri 08-03-2020 2228 KASKUS Maniac Posts 6,433 Mantap reviunya gan, ane jadi pengin beli 05-12-2020 2140 menarik ni threadnya 19-10-2021 0315 KASKUS Addict Posts 2,014 keren yah bisa seperti itu 22-10-2021 0015 KASKUS Addict Posts 2,143 kapan bisa jadi dia weh 22-10-2021 1743 SinopsisNovel The Magic Library. The Magic Library. The Magic Library mengisahkan dua remaja sepupu berusia 12-14 tahun bernama Nils Boyum dan Berit Boyum. Nils menetap di Oslo, sementara Berit tinggal di Fjaerland. Meskipun keduanya menetap di kawasan Norwegia, tetapi domisili mereka terbilang jauh, kurang lebih ratusan kilometer.
Selamat pagi dari kamar kos yang sangat nyaman. hari ini adalah jumat, jangan lupa membaca surah al-kahfi bagi muslim dan jangan lupa tersenyum ke sesama manusia kucing dan anjing di jalan juga boleh disenyumi hari ini saya akan mereview buku karya jostein gaarder, penulis aliran filsafat-fiksi yang karyanya sangat saya nikmati. perpustakaan ajaib ini adalah sebuah buku yang cocok untukk segala usia, tentang bagaimana budaya baca masa kini, juga sebuah peringatan untuk jangan sekali-kali mematikan imajinasi anak-anak mereka sangat berharga ***** Judul Buku The Magic Library Penulis Jostein Gaarder Penerbit Mizan Tahun Terbit 2007 Jumlah Halaman 284 hlmn. ***** Sekarang sedang terputar lagu romansa lama; Berjalan lebih jauh – Banda Neira. buku ini adalah sebuah buku surat di bab awalnya dua saudara sepupu, Nils dan Berit. mereka kembali dari liburan musim panas bersama di Fjaerland. saat perjalanan pulang ke oslo, Nils membeli sebuah buku surat sebagai media mereka bercerita. anehnya, seorang perempuan menawarkan diri untuk membayar buku itu. setelah itu, nils dan berit yang saling bertukar surat antara oslo dan fjaerland dihadapkan pada sebuah misteri tentang wanita yang membayari mereka buku itu, tentang guru nils di sekolah, tentang lelaki misterius yang mereka juluki smiley, tentang sebuah pondok misterius di Fjaerland, juga puisi mereka yang hilang di buku tamu penginapan tempat mereka menghabiskan liburan musim panas. dalam keriangan musim panas ini, segelas coca-cola kami nikmati, Nils dan Berit, itulah kami, menghabiskan liburan kami disni. sangat indah diatas sini, sampai kami tak ingin pergi. ****** buku ini mengajarkan beberapa istilah baru seperti bibliografi Seorang yang memiliki pengetahuan diatas rata-rata tentang buku. buku ini juga mengajarkan saya kosa kata baru, yakni incunabula buku tua yang ditulis sebelum abad 15, atau lebih lama lagi banyak yang saya pelajari dari buku ini, tapi satu hal yang paling penting; imajinasi dan rasa penasaran anak-anak adalah yang termahal di dunia ini, hal-hal berharga yang perlahan hilang seiring kita tumbuh dewasa. secara keseluruhan, buku ini adalah bacaan yang menarik peseperti karya-karya jostein sebelum ini, namun saya kurang merasakan kehadirannya dalam kata-kata yang penuh filsafat. sekali lagi, semua buku bagus jostein berusaha menghidupkan karakter nils dan berit, juga bibbi bokken, smiley, dan beberapa karakter lain, juga surat-menyurat yang menjadi ciri khas di tiap bukunya. ****** imajinasi nils dan berit begitu liar, dua sepupu yang tinggal di kota ini mulai memikirkan beberapa teori konspirasi yang sedang berlangsung di hidp mereka berdua. karena seorang wanita misterius bibbi bokken yang mengincar buku surat mereka, nils dan berit mulai berimajinasi beberapa teori seperti bibbi bokken yang berkomplot dengan beberapa orang dengan suatu rencana misterius yang berhubungan dengan teori konspirasi dunia perbukuan dan rahasia perpustakaan ajaib. imajinasi, keberanian, dan rasa penasaran keduanya menemani kita dari awal smapai akhir buku, dengan penyingkapan teori yang akan kubiarkan kalian tahu sendiri silahkan dibaca ****** satu gagasan yang hebat di buku ini adalah tentang incunabula masa depan. buku yang akan menjadi incunabula selanjutnya buku yang mungkin belum ditulis sekarang, buku yang akan tumbuh dari beberapa karakter alfabet dan menjadi sebuah bacaan yang menandakan perkembangan suatu zaman. saya sangat suka dengan gagasan buku masa depan jauh lebih berharga dari buku-buku yang berusia 500-1000 tahun yang lalu, namun tentu saja kita tidak akan semaju ini tanpa buku-buku kuno itu, dan kita tidak akan melihat masa depan tanpa buku-buku sekarang, juga penulis-penulis yang sedang/akan lahir dari bacaan-bacaan yang memberi makan pada pikiran-pikiran manusia. buku ini memberi kita inspirasi bahwa setiap orang bisa menulis dan tentu kalian harus memulainya dengan membaca. salam hangat dari mahasiswa semester akhir, selamat membaca al-kahfi dihari jumat, dan selamat menyelesaikan buku-buku yang telah dimulai, selamat berbahagia hari ini 🙂
Misteri Puisi, Teori menulis, Sejarah buku dan berbagai macam hal lainnya yang berkaitan dengan buku. inilah yang diangkat oleh Jostein Gardeer dan Klaus Hagerup dengan baik melalui karyanya yang berjudul The Magic Library — Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Buku ini mencoba kita agar tertarik lebih dalam untuk membaca buku dan memulai untuk menulis.
Resensi Novel The Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibi Bokken ini bercerita tentang dua orang sepupu yang tinggal berlainan kota. Berit gadis remaja kelas 8 tinggal di Fjaerland sedangkan Nils, anak laki-laki kelas 6 B yang bercita-cita ingin menjadi pemain bola, tinggal di selalu menghabiskan waktu berlibur bersama, seperti pada musim panas lalu. Namun ketika liburan usai dan mereka harus kembali bersekolah di kota masing-masing, komunikasi dijalin melalui surat. Banyak hal menarik yang mengisahkan antara kedua sepupu tersebut dalam menjalin komunikasi terutama ketika keduanya saling menuliskan sesuatu dalam sebuah buku yang bolak-balik dikirimkan di antara mereka berdua. Mereka menamakan buku tersebut buku surat. Belakangan buku surat tersebut telah dicetak dan dialihbahasan ke dalam 70 bahasa dan menjadi bagian sejarah dunia yang sangat menginspirasi jutaan orang. Resensi lebih lengkap dapat dibaca di Jejak Pena Oemy Ikbar 19-01-2022 1844 centraniagas385 memberi reputasi

IsiBuku. Buku ini menceritakan tentang dua orang saudara sepupu Nils dan Berit yang tinggal di Norwegia, tetapi saling terpisah. Nils yang berusia 12 tahun tinggal di Ibukota Norwegia, Oslo, dan Berit (16 tahun) tinggal di FjĂŚrland (susah sekali menyebutkannya). Kedua saudara sepupu ini awalnya merencanakan untuk saling berbagi cerita dan

Resensi Novel The Magic Library Jostein Gaarder Misteri Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken – The Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken merupakan salah satu karya seorang penulis novel dan literasi anak asal Norwegia, Jostein Gaarder. Bersama Klaus Hagerup–penulis bacaan anak dan remaja–keduanya sukses memberikan penggambaran akan keindahan dan keistimewaan dunia perbukuan melalui cerita yang mereka tuang dalam novel The Magic Library ini. Novel dengan tebal 284 halaman ini adalah terjemahan dari judul aslinya, yaitu Bibbi Bokkens Magische Bibliothek yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1993. Melalui karyanya ini, penulis mencoba untuk mengajak pembaca berjelajah bersama kedua tokoh di novel ini, yakni Berit dan Nils dalam mengangkat rahasia perpustakaan ajaib’ milik Bibbi Bokken ini. Dalam novel ini banyak pula wawasan akan segala hal yang berkaitan dengan literasi dan perpustakaan, seperti halnya sistem pengelompokan di perpustakaan, asal mula mesin percetakan, perpustakaan unik dan menarik di negera Norwegia, serta yang lainnya. Seperti yang sudah diketahui bahwa novel ini memang sudah dituliskan sejak lama oleh kedua penulis. Oleh karena itu, dapat dipahami mengapa dalam novel ini Nils dan Berit kerap menggunakan media surat-menyurat atau yang mereka sebut dengan Buku Surat’ sebagai metode atau cara berkomunikasi antarmereka yang memiliki keterbatasan jarak. Dengan demikian, cerita di novel ini patut menjadi kisah klasik yang tidak akan termakan oleh waktu. Menariknya, novel ini terbagi menjadi dua bagian atau bab. Pada bagian pertama, diberi tajuk “Buku-Surat”, sementara di bagian kedua berjudul “Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken” yang berisikan pemecahan misteri dan teka-teki akan perpustakaan ajaib tersebut. Kemudian, Gaarder dan Hagerup menarik pembaca agar dapat berkhayal tanpa batas ruang guna meningkatkan rasa keingintahuan akan cerita dalam novel. Lantas, siapakah Bibbi Bokken itu dan apa keistimewaan dari perpustakaan ajaib’ yang dimilikinya? Sinopsis Novel The Magic LibraryHal yang Menarik dari Novel The Magic LibraryHal yang Kurang dari Novel The Magic LibraryKesimpulan Resensi Novel The Magic LibraryBuku Best Seller NovelArtikel Terkait Rekomendasi Novel Sinopsis Novel The Magic Library The Magic Library The Magic Library mengisahkan dua remaja sepupu berusia 12-14 tahun bernama Nils Boyum dan Berit Boyum. Nils menetap di Oslo, sementara Berit tinggal di Fjaerland. Meskipun keduanya menetap di kawasan Norwegia, tetapi domisili mereka terbilang jauh, kurang lebih ratusan kilometer. Sesudah mereka melakukan pertemuan terakhir di liburan musim panas, keduanya sepakat dan memutuskan untuk tetap menjalin komunikasi melalui surat-menyurat yang mereka sebut dengan istilah buku-surat’. Buku-Surat tersebut berisikan kumpulan surat yang mereka lakukan setiap kali berkomunikasi antara satu sama lain, kemudian dijadikan dalam sebuah buku. Namun, ternyata ada seseorang yang tertarik akan buku-surat yang dimiliki oleh Nils dan Berit, nama orang tersebut adalah Bibbi Bokken. Mengapa Bibbi Bokken bisa tertarik dengan buku-surat tersebut? Hal itu karena di dalam surat tersebut membahas terkait Bibbi Bokken beserta Perpustakaan Ajaib miliknya. Awalnya, dalam buku-surat itu, Nils dan Berit menuangkan berbagai macam hal, tetapi mereka justru berfokus menjadi seorang detektif cilik yang mana sedang berusaha memecahkan teka-teki terkait siapa sesungguhnya Bibbi Bokken dan organisasi atau kongsi apa yang ada di di dalamnya. Bibbi Bokken dengan kawanannya mempunyai suatu rencana atau misi rahasia terhadap buku-surat yang dimiliki Nils dan Berit. Secara diam-diam, Nils dan Berit menjadi seorang ala-ala detektif guna melakukan penyelidikan pada Bibbi Bokken. Berit yang kawasan kediamannya sama dengan BibbI Bokken, tepatnya di Fjaerland, mempunyai tugas dan pekerjaan yang cenderung berat sebab ia harus berjumpa secara langsung dengan Bibbi Bokken. Sementara Nils yang kediamannya berada di Oslo, tengah dimata-matai oleh beberapa orang yang diduga sebagai suruhannya Bibbi Bokken. Semakin lama, penyelidikan terhadap Bibbi Bokken semakin menantang dan menari, Nils dan Berit mendapati clue yang menyatakan bahwa Bibbi Bokken merupakan seorang bibliografer. Misteri terkait penyelidikan Bibbi Bokken semakin berlanjut saat Nils dan Berit mendapati fakta dan keterkaitan yang baru. Tak hanya itu, cerita dalam novel ini semakin menarik saat banyak pihak yang terlibat, seperti halnya pengajar dari sekolah Nils, terlebih istrinya yang merupakan kawan lama dari Bibbi Bokken. Tidak sampai di situ saja, saat ibunya Nils memperoleh hadiah liburan ke Roma, seperti sudah dikonsepkan oleh Bibbi Bokken. Hal itu karena sesampainya di Roma, Nils pun memperoleh surat dari Bibbi Bokken yang tergeletak di penginapan hotelnya, kemudian memerintahkan untuk menemui seseorang. Bahkan, Meskipun Nils sedang berada di Roma sekalipun, tetapi tetap ada saja suruhan’ dari Bibbi Bokken yang berada di sekeliling Nils, terlebih Smiley’ yang kerap kali menguntit Nils saat melakukan pertemuan dengan istri dari gurunya di sebuah cafe. Berit yang berada di Fjaerland pun menyusup ke dalam rumah Bibbi Bokken sebab Berit mengetahui bahwa Bibbi Bokken kerap kali menerima buku. Akan tetapi, unik dan anehnya adalah ketika Berit sedang berada di rumah Bibbi Bokken, dirinya tak menemukan dan mendapati satu buku pun. Malahan, ketika itu, Berit justru hampir ketahuan oleh Bibbi Bokken, tetapi untung saja Berit dengan segera keluar dari kediaman Bibbi Bokken dan berhasil. Kemudian, setelah pulang dari Roma, Nils melakukan pertemuan dengan Berit di Fjaerland. Berit yang melihat Nils tidak membawa buku-surat milik mereka, menyuruh Nils untuk segera mengambilnya. Ketika kembali menemui Berit, Nils marah dengan semua yang terjadi. Sampai akhirnya, Nils dan Berit melakukan kesepakatan untuk mendatangi Bibbi Bokken secara langsung. Ketika berada di kediaman Bibbi Bokken, Nils dan Berit terkejut dengan apa yang mereka lihat, kemudian Bibbi Bokken memberi tahu dan menjelaskan semuanya pada mereka. Lantas, Apa yang sebenarnya mereka lihat saat di kediaman Bibbi Bokken? Apa yang Bibbi Bokken ceritakan kepada Nils dan Berit? Apakah itu merupakan sebuah pertanda bahwa mereka telah berhasil memecahkan misteri terkait Bibbi Bokken? Siapakah sebenarnya Bibbi Bokken itu? Untuk mengetahui kisah selengkapnya, ikuti kisah Nils dan Berit dalam memecahkan misteri Bibbi Bokken tentu dengan membaca novel The Magic Library. Cecilia and the Angel Malam Natal tahun ini sungguh menyedihkan bagi Cecilia. Dia sakit keras dan mungkin tak akan pernah sembuh. Cecilia marah dan menganggap Tuhan tak adil. Namun, terjadi keajaiban. Seorang malaikat–Ariel namanya–mengunjungi Cecilia. Mereka berdua kemudian membuat perjanjian. Cecilia harus memberitahukan seperti apa rasanya menjadi manusia dan Malaikat Ariel akan memberitahunya seperti apa surga itu. Buku ini memenangi Norwegian Bookseller Prize dan diadaptasi ke dalam film yang juga memenangi Amanda Award, anugerah tertinggi perfilman Norwegia pada tahun 2009. Hal yang Menarik dari Novel The Magic Library Melalui novel The Magic Library, pembaca memperoleh pesan bahwa buku adalah suatu jalan untuk memberikan pengetahuan. Membagi ilmu, pengalaman, ataupun secercah inspirasi, baik itu dengan seseorang yang berada jauh ratusan hingga ribuan mil di sana maupun dengan seseorang yang lintas generasi. Memiliki hobi atau gemar terhadap membaca buku adalah suatu keharusan bagi setiap orang karena dengan demikian justru mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri sehingga dapat saling berbagi pengetahuan juga ilmu. Dalam novel The Magic Library ini, dituliskan bahwa terdapat sebuah proyek besar perpustakaan yang memuat seluruh buku bacaan, majalah, termasuk koleksi video yang berputar di Norwegia di suatu kawasan. Tujuannya adalah untuk berbagi dengan masa yang akan datang. Keunggulan dari buku The Magic Library ini, yaitu membuat para pembacanya turut memikirkan memikirkan misteri dan teka-teki yang diangkat oleh sang penulis, terlebih bahasa yang digunakan terbilang ringan dan mudah. Hal itu karena digambarkan yang menulis merupakan seorang anak kecil. Tidak hanya itu, novel ini penuh akan makna tulis-menulis, seperti halnya surat-buku yang dimiliki oleh Nils dan Berit. Gaya penulisan dalam novel ini terbilang unik sebab penulis membagi novel ini menjadi dua bagian. Pada bagian pertama, menceritakan terkait isi dari buku-surat’ yang dikirimkan oleh Nils dan Berit secara bergantian, sementara pada bagian kedua merupakan plan mereka berdua, yakni Nils dan Berit sesudah pertemuan secara langsung dan merancang rencana untuk memecahkan teka-teki yang selama ini mengusik mereka–dengan Nils dan Berit sebagai naratornya. Melalui novel The Magic Library ini, para pembaca akan diajak memahami beragam khayalan dan imajinasi luar biasa yang anak-anak miliki dalam menyelesaikan teka-teki dan persoalan yang tengah mereka hadapi. Selain itu, pembaca pun akan memperoleh informasi mengenai literasi dan sejarah perbukuan, misalnya, sistem penyusunan berbagai buku di perpustakaan, sejarah mesin percetakan, tempat perpustakaan unik di Norwegia, cara memperkaya tulisan-tulisan fiksi, dan tentunya masih banyak lagi. Kemudian, teruntuk sebuah buku yang berisikan cerita berdasarkan perspektif anak usia 12 tahun ataupun sepantarannya, The Magic Library dapat dikatakan bukanlah suatu buku yang biasa ataupun sederhana. Hal tersebut dapat diketahui dengan membaca beberapa kalimat yang menjadi percakapan antara Berit dan Nils dalam novel ini, pembaca dapat mengetahui bahwa mereka sangat senang membaca novel dan merasa bangga dengan hobi dan kegemarannya tersebut. Selain itu, wawasan pengetahuan Berit dan Nils, terutama akan bacaan sastra, sangatlah luas. Hal tersebut banyak dibuktikan melalui percakapan mereka yang terdapat dalam novel ini. Lalu, dengan melihat gambaran dan uraian mengenai isi cerita Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken dalam novel ini, kita selaku pembaca yang peka akan problematik perbukuan dan budaya literasi, tentulah merasa sangat tertinggal. Pasalnya, di tengah hebohnya budaya menonton televisi dan bermain suatu permainan visual yang saat ini sedang menimpa usia anak-anak, malah penulis dari mancanegara yang mengemukakan dan membuat solusi mengenai tema yang terbilang sukar dijumpai di Indonesia. Tema yang dimaksud adalah kegemaran aktivitas membaca buku yang memicu anak-anak untuk mengeksplorasi lebih jauh rasa keingintahuannya menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik itu untuk diri sendiri maupun orang lain. Di samping itu, di dalam novel ini terdapat kesenangan dalam berfantasi yang Nils dan Berit cari. Perlu diketahui pula bahwa kemampuan berfantasi seorang anak akan sangat membantu kemampuannya dalam melakukan aktivitas tulis-menulis. Hal itu yang menjadi alasan bahwa seorang anak perlu dirangsang secara rutin terhadap fantasinya agar menciptakan berbagai bacaan yang membangkitkan fantasi. Seperti yang diketahui bahwa di dalam novel ini membahas mengenai sebuah perpustakaan yang mana tugas dari perpustakaan adalah pusat penyedia informasi dan referensi belajar. Membaca juga sebagai satu-satunya perantara dan cara untuk menjadi pembaca yang baik, memiliki kosakata yang mencukupi, mengembangkan dan meningkatkan gaya penulisan yang baik, memperluas penguasaan segi tata bahasa, serta cara untuk menjadi seorang pengeja yang baik pula. Hal lainnya yang tak kalah menarik, yakni novel The Magic Library ini sebenarnya menghadirkan situasi terkini mengenai dunia perbukuan dengan cara yang unik dan menarik. The Magic Library mengilustrasikan persaingan antara buku dan film dengan cukup apik. Di masa sekarang ini, barangkali sebagian pembaca cenderung memilih untuk menonton sebuah film dibandingkan membaca sebuah buku. Hal itu karena menonton film akan jauh lebih mudah apabila dibandingkan dengan membaca buku. Pemikiran itu pula yang mengakibatkan minat baca maupun literasi di berbagai kalangan, khususnya remaja menjadi menurun dan rendah. Berdasarkan hal demikian, Gaarder melalui bukunya ini mencoba untuk menyampaikan keprihatinannya akan situasi dan konsisi yang dialami saat ini dengan cara yang sangat luar biasa. Selain pemikiran Gaarder yang sangat cemerlang ini, penyampaian yang dilakukan oleh Gaarder pun sangatlah sederhana, tetapi bermakna dan mendalam. Princess of Tales Sejak kecil, Petter lebih suka menyendiri di dalam dunia yang dia ciptakan. Dia terobsesi dengan cerita-cerita, terutama dengan Panina Manina, sang Putri Sirkus yang dikarangnya sendiri. Hingga dewasa pun, imajinasinya terus merajalela. Tak heran dia dijuluki Petter “si Laba-laba” Akan tetapi, Petter membenci ketenaran dan tak mau mempublikasikan tulisannya. Dia memilih menciptakan Writers Aid, sebuah program yang didesain untuk menyediakan cerita-cerita bagi para pengarang-pengarang internasional yang mengalami kebutuhan ide. Meskipun programnya ini pada awalnya sangat sukses, Petter akhirnya terjebak dalam jaring yang ditenunnya sendiri. Hal yang Kurang dari Novel The Magic Library Bagi yang sudah membaca novel The Magic Library karya penulis Jostein Gaarder ini, barangkali akan merasakan alur yang membosankan pada saat di awal, novel ini memiliki kesan kekanak-kanakan pada bagian awal. Lalu, di bagian surat-menyurat antara Nils dan Berit terasa sedikit random. Selain itu, hadirnya karakter tokoh antagonis pun terbilang kekanak-kanakan. Apabila dilihat dari judul dan pembawaan cerita dalam novel ini yang mana terlalu imajinatif, pembaca akan menyangka bahwa The Magic Library akan lebih diperluas dan dieksploitasi lagi. Dalam novel ini juga terdapat bagian di mana tokoh utama yang sedang mengunjungi Perpustakaan Ajaib milik Bibbi Bokken, tetapi bagian itu kurang terlihat jelas atau kurang terekspos, seakan batu tumpuan melompat menuju adegan selanjutnya. Adapun tokoh Bibbi Bokken dalam novel ini seakan terlihat sebagai sosok yang misterius di bagian awal, tetapi lama kelamaan justru sosoknya semakin tidak terlalu dominan. Bahkan yang kerap kali hadir dan mendominasi ialah karakter tokoh “Smiley” yang membuat suasana semakin mencekam dan seru. Dibutuhkan ketelitian dalam menebak tokoh karakter antagonis maupun protagonis dan beberapa petunjuk dan mengacu pada permasalahan cerita di novel ini. Lalu, novel The Magic Library mempunyai alur imajinasi liar khas anak-anak yang sukar untuk ditebak, terlebih dalam menyelesaikan persoalan Bibbi Bokken dan perpustakaan ajaibnya, Seperti yang sudah dijelaskan pula bahwa novel ini terdiri atas dua bagian yang mana bagian pertamanya berisikan Buku-Surat’ antara Nils dan Berit, sementara bagian keduanya adalah ketika Nils ke Fjaerland dan berjumpa dengan Berit untuk bersama memecahkan teka-teki dan misteri perpustakaan milik Bibbi Bokken. Pada bagian ini pula digambarkan oleh dua perspektif, yaitu Berit dan Nils secara bergantian. Namun, cukup disayangkan bahwasannya pada bagian tersebut tidak adanya perbedaan font atau sesuatu yang mencolok sebagai pembeda antara bagian Nils dan Berit. Dalam hal ini, pembaca diharuskan fokus dan awas terhadap sudut pandang siapa yang sedang bercerita. Terlepas dari segala hal kekurangan ataupun kelemahan dalam buku The Magic Library, kalian tidak akan dibuat menyesal membaca novel ini sebab ada banyak hal dan pesan menakjubkan yang dapat kalian jadikan buah pembelajaran. Bagi kalian yang belum mengetahui gaya penulisan dari karya-karyanya Jostein Gaarder, alangkah baiknya sering-seringlah membaca novelnya. Tujuannya agar kalian dapat lebih menerima dan menyerap berbagai gagasan ataupun ide yang hendak disampaikan oleh Gaarder selaku penulis. Dengan kata lain, buku ini wajib dijadikan daftar bacaan yang sangat recommended dan layak untuk dibaca. Ide dan gagasan cemerlang, serta keelokkan amanat yang disuguhkan oleh Gaarder, akan menutupi alur cerita yang barangkali terkesan membosankan bagi beberapa pembaca. Seperti halnya yang sudah dibahas sebelumnya, meskipun pada bagian awal beberapa pembaca cenderung merasakan kesan biasa saja’, tetapi novel ini justru menyampaikan sesuatu yang luar biasa di bagian akhir melalui setiap kata dan kalimat yang dirangkai oleh sang penulis. Hal tersebut justru yang akan membuat pembaca tidak akan menyesal untuk membaca novel ini hingga akhir halaman. The Magic Library akan sangat bagus dan layak untuk diberikan dan dibaca oleh kalangan remaja awal agar semakin menanamkan rasa kecintaannya terhadap kegiatan literasi, dalam hal ini adalah membaca buku. Novel ini pun sangat memadai dimiliki dan dibaca oleh semua kalangan, baik itu pecinta buku maupun bukan pecinta buku sekalipun. Bisa saja setelah membaca novel ini, seseorang yang tadinya tidak gemar membaca buku, justru akan jatuh cinta pada buku. Seperti kata pepatah yang menyebutkan, Cinta datang karena terbiasa. Maka begitu pula dengan membaca buku, diperlukannya proses adaptasi di awal sehingga lambat laun akan terbiasa membaca buku. Itulah Resensi Novel The Magic Library karya Jostein Gaarder. Apabila Grameds tertarik dan ingin memperluas pengetahuan terkait bidang apapun atau ingin mencari novel dengan berbagai genre, tentu kalian bisa temukan, beli, dan baca bukunya di dan Gramedia Digital karena Gramedia senantiasa menjadi SahabatTanpaBatas bagi kalian yang ingin menimba ilmu. Penulis Tasya Talitha Nur Aurellia Sumber dari berbagai sumber Dunia Sophie Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia 14 tahun. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan, “Siapa kamu?” Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya, “Dari manakah datangnya dunia?” Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu membuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.
====Text bhs.Indonesia tersedia untuk membantu teman tuli menikmati video ini=====
Kisah Unik Perpusatakaan Ajaib Judul The Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Penulis Jostein Gaarder & Klaus Hagerup Penerbit Mizan, Bandung Cetakan V, 2016 Edisi Ketiga Tebal 284 Halaman ISBN 9789794339244 Korespondensi atau kegiatan surat-menyurat lewat pos adalah hobi yang dilakoni oleh banyak orang. Aktivitas ini, selain untuk saling berkirim kabar, juga bermanfaat untuk mengasah kemampuan menulis dan berbahasa, sehingga kemampuan bahasa tulis seseorang secara tidak langsung terus terasah. Namun, nampaknya kegiatan berkirim surat lewat pos mulai punah seiring dengan berkembangnya dunia teknologi. Di zaman sekarang, untuk saling berkirim kabar sudah bisa dilakukan dengan instan dan superkilat lewat surat elektronik dan berbagai media sosial yang ada. Jostein Gaarder lewat novel The Magic Library mengingatkan pembaca pada tradisi korespondensi yang dulu dilakukan banyak orang. Novel ini berkisah tentang dua orang sepupu bernama Berit dan Nils yang memiliki hobi korespondensi. Melalui surat-buku yang mereka kirim secara bolak-balik lewat pos antara Oslo dan Fjaerland, mereka saling bertukar cerita tentang hobi yang berkaitan dengan literasi. Kedua remaja tersebut juga sama-sama mencintai buku. Hobi membaca membuat mereka bertualang ke beberapa toko buku dan perpustakaan demi mendapatkan berbagai informasi untuk menambah pengetahuan. Namun, ada sebuah misteri yang tiba-tiba hadir di antara Berit dan Nils, terutama berkaitan dengan buku-surat yang mereka tulis. Seorang wanita misterius bernama Bibbi Bokken mengincar buku-surat yang mereka kirim. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi Bokken menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dunia perbukuan. Tentu, Berit dan Nils berusaha menyimpan buku-surat tersebut, karena baik Berit maupun Nils sudah sepakat bahwa, tak ada seorang pun yang boleh membaca isi buku-surat tersebut kecuali mereka berdua. Karena itu, mereka tidak ingin buku-surat itu jatuh pada orang tak bertanggung jawab. Kehadiran Bibbi Bokken membuat Berit dan Nils berusaha mencari tahu tentang keberadaan wanita yang konon memiliki perpustakaan ajaib tersebut. Bahkan, Nils berani bertanya pada Pak Bruun, gurunya di sekolah. Bruun mengatakan bahwa Bibbi Bokken adalah teman kuliah istrinya. Bokken pernah kuliah Ilmu Perpustakaan dan keberadaannya sampai sekarang masih misterius. Bu Bruun bercerita bahwa sejak ujian akhir dulu, ia tak pernah bertemu lagi dengan Bibbi Bokken. Dulu, semua orang menganggap Bokken adalah orang yang aneh. Nils berhasil mengorek keterangan dari Bruun setelah ia diajak bertemu di sebuah kafe mewah. Namun, keanehan lain kembali Nils temui. Seorang laki-laki berkepala plontos yang sejak tadi berada di sampingnya tiba-tiba menawarinya sebuah video berjudul The Phantom of the Library Setan Perpustakaan. Laki-laki aneh itu ingin menukar video dengan buku-surat yang dipegangnya hlm. 72. Kejadian demi kejadian aneh yang dialami Nils kembali diceritakan pada Berit lewat buku-surat yang kembali dikirimkan. Nils meminta sepupunya untuk juga berusaha mencari tahu tentang keberadaan Bibbi Bokken yang semakin misterius hlm. 75. Selama ini, Jostein Gaarder terkenal dengan karyanya yang kerap mengangkat dunia filsafat, sebuah tema yang cukup berat. Sebut saja Dunia Sophie, yang melambungkan namanya. Namun, meskipun Dunia Sophie bertutur tentang filsafat dan seluk-beluknya, Gaarder berhasil membuat pembaca betah karena bahasanya yang ringan dan mudah dicerna. Buku setebal 284 halaman ini mengajak pembaca bertualang menelusuri misteri perpustakaan ajaib yang melibatkan dua tokoh utama yaitu Berit dan Nils. Buku yang layak dibaca oleh siapa pun yang menyukai cerita misteri, konspirasi, sejarah buku, petualangan, ataupun detektif. * * Dimuat Tribun Jateng, 01 Oktober 2017 Published by Untung Wahyudi Blogger & Penulis Freelance di Media Cetak View all posts by Untung Wahyudi Homepage/ Buku / Review Buku The Magic Library - Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Review Buku The Magic Library - Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken By h@ckME33 Posted on April 8, 2022 55 views. 📑 Siapa nih yang setuju sama kalimat di atas? Kalau membaca buku bisa membuat imajinasi kita semakin luas dan terkadang 'agak' kurang terkendali
The Magic Library ini merupakan sebuah karya dari Jostein dan Klaus Hagerup. Novel ini mengisahkan petualangan dua sepupu yaitu Berit dan Nils tentang perpustakaan ajaib. Penasaran dengan isi buku ini? kamu bisa baca resensi novel The Magic Library pada artikel ini. akan di bahas secara lengkap mengenai isi novel. Yang mungkin belum kamu ketahui sebelumnya. Yuk, simak penjelasannya berikut di bawah ini ya! Identitas Novel Judul NovelThe Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibi BokkenPenulisJostein Gaarder dan Klaus HagerupJumlah halaman284 halamanUkuran buku13×19 cmPenerbitPT. Mizan PustakaKategoriFiksiTahun Terbit1993Harga Novel ini merupakan sebuah karya dari Jostein Gaarder & Klaus Hagerup yang mulai diterbitkan pada tahun 1993 oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Dengan ketebalan mencapai 284 halaman. Sinopsis Novel The Magic Library The Magic Library ini mengisahkan dua remaja sepupu berusia 12-14 tahun yang bernama Nils Boyun dan Berit Boyon. Nils menetap di Olso dan Berit tinggal di Fjaerland. Meskipun keduanya menetap di kawasan Norwegia, tetapi domisili mereka terbilang jauh kurang lebih ratusan kilometer. Setelah pertemuan terakhir mereka di musim panas, keduanya sepakat untuk menjalin komunikasi lewat surat menyurat dengan istilah buku surat. Buku surat tersebut berisikan kumpulan surat yang mereka lakukan setiap kali berkomunikasi. namun, ternyata ada yang tertarik dengan akan buku surat yang dimiliki oleh Nils dan Berit. Ia adalah Bibi Bokken. Awalnya surat itu berisi berbagai macam hal. Namun, mereka justru berfokus menjadi detektif cilik yang mana sedang berusaha memecahkan teka teki terkait siapa sesungguhnya Bibi Bokken beserta organisasi apa yang ada di dalamnya. Bibi Bokken dan kawannya memiliki rencana atau misi rahasia terhadap surat-surat yang dimiliki Nils dan Berit Berit yang satu kawasan dengan Bibi Bokken mempunyai tugas dan pekerjaan yang cenderung berat ia harus berjumpa secara langsung dengan Bibi Bokken. Sementara Nils yang di Olso sedang dimata-matai oleh seseorang dan dikira itu suruhan dari Bibi Bokken. Bahkan, meskipun Nils sedang berada di Roma sekalipun, tetapi ada saja suruhan dari Bibi Bokken dan juga Smiley yang kerap kali menguntil Nils saat melakukan pertemuan dengan istri dari gurunya dis ebuah Cafe. Dan Berit berhasil masuk ke dalam rumah Bibi Bokken. Namun, tak satu pun ia menemukan buku di rumah tersebut malah dia hampir ketahuan untung bisa keluar dari rumah tersebut. Setelah Nils pulang dari Roma. Nils dan Berit akhirnya melakukan pertemuan di Fjaerland. Dan mereka tidak membawa surat-surat milik mereka. Menyuruh Nils untuk mengambilnya. Sampai akhirnya, Nils dan Berit melakukan kesepakatan untuk mendatangi Bibi Bokken secara langsung. Ketika berada di kediamana Bibi Bokken Nils dan Berit terkejut dengan apa yang mereka lihat. Kemudian Bibi Bokken menjelaskan semuanya kepada mereka. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Dan apa yang mereka tengah lihat di kediaman Bibi Bokken? Dan siapa sebenarnya Bibi Bokken?Yuk, cari tahu jawabannya di buku The Magic Library ya! Unsur Intrinsik Novel Dalam resensi novel The Magic Library terdapat unsur intrinsik di dalamnya yang mungkin belum kamu ketahui, yaitu 1. Tema Tema yang diangkat dalam novel ini yaitu tema tentang petualangan dua sepupu Berit dan Nils dalam memecahkan perpustakaan ajaib milik Bibi Bokken. 2. Tokoh dan Penokohan Berikut merupakan beberapa tokoh yang terdapat dalam novel The Magic Library, diantaranya adalah Nils, ia merupakan sepupu dari Berit yang hobi membaca buku dan suka menulis serta memiliki keingintahuan yang kuat, namun suka emosian sedikit. Berit, ia merupakan sepupu dari Nils yang sama-sama menyukai membaca buku dan suka menulis juga serta memiliki keingintahuan yang kuat, dan juga pemberani. Bibi Bokken, ia merupaka seseorang pecinta buku yangs angat misterius dan kepribadiannya susah di tebak Smiley, ia merupakan mata-mata yang di suruh Bibi Bokken untuk mengawasi Nils Dan amsih banyak lagi tokoh lainnya 3. Alur Novel ini memiliki alur campuran/gabungan. 4. Latar Waktu Novel ini berlatar waktu pada tahun 1993 jadi tak heran jika komunikasi mereka masih menggunakan media surat-menyurat. 5. Latar Tempat Di Norwegia, Di Olso, di Fjaerland di rumah Nils, di rumah Berit dan di rumah Bibi Bokken dan masih banyak latar lainnya. 6. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel yaitu bahasa yang ringan dan mudah dipahami terutama anak-anak. 8. Amanat Amanat yang terkandung dalam novel yaitu novel ini mengajarkan kita tentang penting dan bermanfaatnya membaca di bandingkan dengan menonton TV dengan petualangan seru yang dilakukan dengan dunia literasi. Unsur Ekstrinsik Novel Berikut merupakan unsur ekstrinsik novel, yaitu 1. Nilai Sosial Sikap Nils dan juga Berit yang memiliki hobi yang sama selain itu mereka merupakan saudara dan juga sahabat dekat. 2. Nilai Moral Sikap Bibi Bokken yang ternyata memiliki hati baik dan sangat peduli dengan masa depan anak terhadap dunia literasi. Kelebihan Novel Banyak memberikan pesan moral dan pengetahuan tentang literasi Bahasa yang ringan dan mudah dipahami Alur yang enak diikuti Kekurangan Novel Buku ini bagi yang tidak suka baca pastinya akan mudah bosan Tidak adanya ilustrasi sebagai gambar pemanis Pesan Moral Novel The Magic Library Terakhir dari resensi novel The Magic Library yaitu pesan moralnya adalah Novel ini mengajarkan kita tentang penting dan bermanfaatnya membaca di bandingkan dengan menonton TV dengan petualangan seru yang dilakukan dengan dunia literasi.
BukuThe Magic Library karya Jostein Gaarder. Pembaca yang baik,Buku di tangan Anda ini benar-benar unik. Susah menggambarkan isinya. Tapi, kira-kira seperti ini:Dua saudara sepupu, Berit dan Nils Goodreads Review The Magic Library. ABOUT AUTHOR. Jostein Gaarder adalah cendekiawan Norwegia dan penulis dari beberapa novel, cerita pendek dan

Pembaca yang baik , Buku di tangan Anda ini benar – benar unik. Susah menggambarkan isinya. Tapi, kira – kira seperti ini Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka . Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken yang mengincar buku-surat itu. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dunia perbukuan. Berit dan Nils tidak gentar, bahkan bertekad mengungkap misteri ini dan menemukan Perpustakaan Ajaib. Buku ini juga berisi cerita detektif, cerita misteri, perburuan harta karun, petualangan ala Lima Sekawan, Astrid Lindgren, Ibsen, Klasifikasi Desimal Dewey, Winnie the Pooh, Anne Frank, kisah cinta, korespondensi, teori sastra, teori fiksi, teori menulis, puisi, sejarah buku, drama, film perpustakaan, penerbitan, humor, konspirasi… Jadi buku ini adalah buku karya Jostein Gaarder pertama yang saya baca. Berawal dari browsing di internet, saya menemukan sumber yang mengatakan bahwa buku – buku karya Jostein Gaarder ini menarik. Sumber yang saya baca mengatakan bahwa buku – buku karya Jostein Gaarder memiliki gaya yang filosofis. Karena kebetulan saya menyukai novel fiksi yang memuat materi filosofis tentu saya sangat tertarik untuk membaca salah satu karya Jostein Gaarder ini . Pilihan saya jatuh pada buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Karena menurut sumber – sumber di internet buku ini yang paling gampang dimengerti daripada buku – buku karya om Jostein yang lain. Sebenernya saya ingin baca Misteri Soliter terlebih dahulu, tapi daripada saya nggak selesai bacanya kan lebih baik baca yang enteng – enteng dulu saja. Review spoiler may be present Cons Jujur, waktu saya pertama baca buku ini memang bener membosankan. Buku ini terkesan bocah’ banget di bagian awalnya. Di bagian surat menyurat antara Nils dan Berit terasa random banget bagi saya. Kemunculuan karakter antagonisnya pun juga terlalu bocah’. Saya sebenarnya sedikit kecewa dengan buku ini karena tidak sesuai ekspektasi saya. Berdasarkan judulnya dan pembawaan cerita yang terlalu imajinatif, saya mengira Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken akan lebih di eksploitasi lagi. Memang ada bagian dimana tokoh utama berkunjung ke Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, namun bagian teresebut kurang ter ekspose dan terkesan hanya batu loncatan untuk scene berikutnya. Intinya, akan ada momen dimana kalimat WTF akan muncul di kepala kita waktu membaca nya. Pros Buuttt… walaupun buku ini membosankan di awal, kegigihan saya untuk bertahan membaca ternyata tidak sia – sia. Menurut saya, buku ini menyajikan keadaan terkini tentang dunia perbukuan dengan cara yang unik. Buku ini menggambarkan pertarungan antara buku melawan film dengan sangat indah. Harus kita akui bahwa sekarang sebagian besar dari kita lebih memilih untuk nonton film daripada baca buku. Saya setuju bahwa nonton film memang jauh lebih simpel daripada harus membaca buku. Mungkin pikiran seperti ini lah yang membuat minat baca di kalangan remaja menurun. Nah melalui buku ini Jostein Gaarder menyampaikan keprihatinan nya terhadap kondisi ini dengan sangat baik . Selain ide brilian yang ingin disampaikan oleh Jostein Gaarder, pembawaan buku ini juga bagus. Walaupun memang menurut saya alur ceritanya membosankan mungkin karena ekspektasi saya yang berlebihan, buku ini jelas masuk dalam daftar wajib baca. Conclusion Mungkin saya harus lebih sering membaca buku karya Jostein Gaarder ini biar saya lebih bisa menerima ide yang ingin disampaikan oleh penulis. Singkatnya, buku ini masuk dalam daftar yang saya akan merekomendasikan untuk dibaca. Alur yang mungkin membosankan bagi sebagian orang, akan tertutup oleh ide cerita yang brilian dan keindahan pesan yang disampaikan buku ini. Seperti yang saya rasakan, walaupun dari awal saya tidak merasakan greget yang biasa saya rasakan saat membaca suatu novel, namun buku ini seperti menyampaikan melalui setiap kata – kata nya bahwa sesuatu yang spesial telah menunggu saya di bagian akhir buku ini. Hal ini lah yang membuat saya bertahan dapat menyelesaikan novel ini. Mungkin kata – kata dari Ruhr Nachricht di bawah adalah gambaran paling tepat untuk menggambarkan buku ini “Sebuah surat cinta kepada buku dan dunia penulisan” Ruhr Nachricht Quotes dari The Magic Library “Jadi, sama seperti atom dan molekul bisa menjadi seekor beruang, huruf-huruf tersebut pun dapat menjadi kisah Pooh si Beruang” “Yang kutahu hanyalah bahwa sebagian besar buku belum ditulis dan ada banyak hal yang tersembunyi dalam dua puluh enam huruf, bahkan lebih banyak daripada yang tersimpan di dalam otak seorang manusia di dunia ini. “

q5uxH.
  • 2a03q09p05.pages.dev/138
  • 2a03q09p05.pages.dev/198
  • 2a03q09p05.pages.dev/359
  • 2a03q09p05.pages.dev/209
  • 2a03q09p05.pages.dev/360
  • 2a03q09p05.pages.dev/182
  • 2a03q09p05.pages.dev/59
  • 2a03q09p05.pages.dev/131
  • review buku the magic library